Dalam sejarah yang panjang dan megah, Mesir Kuno menyimpan berbagai misteri yang membuat orang terpesona. Salah satu cerita yang paling menarik adalah tentang mumi Firaun Ramesses II yang bahkan mendapatkan paspor selama perjalanan internasionalnya, setelah lebih dari tiga ribu tahun sejak kematiannya.
Mumi legendaris ini diangkut ke Prancis untuk perawatan dan restorasi. Keputusan untuk menggunakan paspor bagi mumi ini menunjukkan keunikan dan kompleksitas peraturan yang berlaku pada saat itu.
Paspor tersebut bukan hanya sekadar dokumen perjalanan, tetapi juga menjadi simbol dari aturan ketat yang diberlakukan di Prancis pada tahun 1974. Dokumen ini jadi penting mengingat hukum saat itu mewajibkan setiap penumpang, termasuk jenazah, untuk memiliki identitas resmi.
Mumi Ramesses II dan Sejarahnya yang Menarik
Ramesses II, yang dikenal sebagai salah satu firaun terbesar dalam sejarah Mesir, merupakan pemimpin selama Dinasti ke-19. Ia menjalani pemerintahan yang panjang dan berhasil meletakkan fondasi untuk kemajuan budaya dan arsitektur Mesir.
Saat Ramesses II wafat pada usia 96 tahun, mumi beliau awalnya dikebumikan di Lembah Para Raja. Namun, untuk melindungi muminya dari perampokan, para pendeta kuno memindahkan jenazahnya ke lokasi yang lebih aman, menjadikan kisahnya semakin dramatis.
Firaun ini dikenal bukan hanya karena usia tuanya, tetapi juga karena prestasi dalam membangun kuil-kuil megah dan memimpin peperangan. Banyak monumen yang didedikasikan untuknya masih berdiri kokoh hingga saat ini.
Proses Pengiriman Mumi ke Prancis dan Penggunaan Paspor
Pada tahun 1974, pemindahan mumi Ramesses II ke Prancis untuk perawatan menandai peristiwa unik dalam sejarah. Mumi beliau diangkut menggunakan pesawat militer Mesir untuk memastikan keamanan selama perjalanan.
Karena keunikan situasi ini, pemerintah Mesir menerbitkan paspor khusus untuk Ramesses II. Dokumen ini mencantumkan foto wajah mumi serta keterangan statusnya, yang menunjukkan betapa berharganya warisan sejarah yang dibawa ke luar negeri.
Upacara penyambutan di Prancis pun berlangsung megah, mengingat pentingnya mumi ini sebagai bagian dari sejarah Mesir. Para anggota Garde Republicaine memberikan penghormatan layaknya kepada seorang pemimpin negara.
Mumi Ramesses II dan Mitos yang Mengelilinginya
Walaupun paspor Ramesses II menjadi topik yang menarik, banyak fakta yang berkaitan dengan dokumen ini seringkali disalahpahami. Misalnya, gambar paspor yang beredar di media sosial bukanlah dokumen resmi, melainkan hasil ilustrasi yang dibuat oleh para peneliti.
Namun, sangat menarik untuk mengetahui bahwa paspor asli memang pernah diterbitkan, meskipun tidak dipublikasikan secara luas. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun banyak mitos yang berkembang, ada elemen nyata yang mendasari cerita ini.
Kisah mumi Ramesses II tidak hanya sekadar cerita sejarah, namun juga menjadi cerminan dari nilai-nilai yang tinggi dalam masyarakat Mesir kuno. Upaya mereka untuk melindungi dan merawat warisan budaya sangat patut dihargai.
